Jumat, 9 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
1-env.com1-env.com
1-env.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Mahasiswa Perantau, 5 Kesalahan Atur Uang yang Bik...

Mahasiswa Perantau, 5 Kesalahan Atur Uang yang Bikin Bokek Tiap Bulan

Banyak mahasiswa perantau salah urus uang karena kebiasaan remeh. Ini 5 kesalahan umum dan cara menghindarinya biar nggak bokek.

Mahasiswa Perantau, 5 Kesalahan Atur Uang yang Bikin Bokek Tiap Bulan

Gue masih inget banget waktu pertama kali ngerantau ke kota lain buat kuliah. Rasanya bebas banget — nggak ada mama yang nanya "udah makan belum?", nggak ada papa yang ngeliatin struk belanja. Tapi kebebasan itu ternyata ada harganya. Dua bulan pertama, uang kiriman dari orang tua ludes sebelum tanggal 20. Nggak tau ke mana perginya.

Kalau kamu sekarang lagi ngalamin hal yang sama, tenang. Kamu nggak sendirian. Hampir semua mahasiswa perantau pernah di fase ini. Masalahnya, banyak yang nggak sadar kalau mereka lagi ngelakuin kesalahan yang sama, terus-terusan, sampai akhir bulan jadi drama.

Nah, ini dia beberapa kesalahan yang paling sering gue liat — dan yang pernah gue alamin sendiri — plus cara ngatasinnya.

1. Nggak Bedain Uang Kiriman Sama Uang Jajan

Ini kesalahan paling dasar, tapi paling fatal. Banyak mahasiswa perantau yang naruh semua uang di satu rekening. Uang buat bayar kos, uang makan, uang transport, uang nongkrong — semua campur jadi satu.

Akibatnya? Kamu susah ngelacak ke mana uangmu pergi. Pas tanggal 25, tiba-tiba aja saldo tinggal lima puluh ribu, padahal masih ada seminggu lagi sebelum kiriman berikutnya datang.

Solusinya simpel banget: pisahkan rekening. Minimal dua rekening — satu buat kebutuhan wajib (kos, makan, transport), satu lagi buat jajan dan hiburan. Kalau perlu, bikin tiga: tambah satu lagi buat dana darurat. Transfer otomatis tiap awal bulan, jadi kamu nggak perlu mikir lagi.

Uang yang nggak keliatan, itu uang yang nggak kepepet buat dipake. Trik lama tapi masih ampuh.

2. Gengsi Sama Teman Nongkrong

Ini nih yang sering bikin mahasiswa perantau kehabisan uang tanpa sadar. Teman-temanmu ngajak nongkrong di kafe hits, pesan kopi empat puluh ribu, sambil foto-foto buat story. Kamu pengen ikut, tapi dompetmu nggak setuju. Akhirnya kamu ikut juga, dengan dalih "biar nggak dikucilin".

Padahal, kalau dipikir-pikir, gengsi ini mahal banget harganya. Seminggu nongkrong tiga kali, tiap kali habis lima puluh ribu, itu udah seratus lima puluh ribu per minggu. Dalam sebulan, bisa enam ratus ribu. Itu setara uang kos seminggu, lho.

Bukan berarti kamu harus jadi antisosial. Coba geser aktivitas nongkrong jadi kegiatan yang lebih murah — masak bareng di kos, main basket di lapangan kampus, atau nonton film di laptop bareng. Teman yang beneran teman nggak akan ninggalin kamu cuma karena kamu nggak bisa jajan tiap hari.

3. Nggak Pernah Nyatet Pengeluaran Kecil

Ini kesalahan yang gue alamin sendiri. Dulu gue mikir, "Ah, cuma jajan gorengan lima ribu, nggak perlu dicatet." Tapi ternyata, jajan gorengan lima ribu itu, kalau dikali tiga puluh hari, jadi seratus lima puluh ribu. Belum lagi kopi kekinian, rokok, top up game, kuota internet yang sering habis.

Informasi selengkapnya bisa dibaca di hbhjdt.

Pengeluaran kecil itu diam-diam, tapi jumlahnya bisa lebih besar dari pengeluaran besar. Kamu mungkin inget kalau bulan ini bayar kos lima ratus ribu, tapi kamu nggak inget kalau udah belanja online kecil-kecilan sepuluh kali dengan total tiga ratus ribu.

Cara Nyatet yang Nggak Ribet

Kamu nggak perlu pakai aplikasi yang rumit. Cukup pakai catatan di HP, atau bahkan buku tulis kecil. Catat setiap kali kamu keluarin uang, sekecil apa pun. Lakukan selama sebulan penuh, terus lihat hasilnya. Kamu bakal kaget sendiri.

Kalau males nyatet manual, banyak aplikasi keuangan gratis yang bisa dimanfaatkan. Yang penting, konsisten. Nggak ada gunanya nyatet sehari terus lupa seminggu.

4. Nggak Punya Dana Darurat

Dana darurat ini sering dianggap remeh sama mahasiswa. Banyak yang mikir, "Ah, gue masih muda, sehat, nggak butuh dana darurat." Padahal, dana darurat bukan cuma buat sakit.

Laptop rusak waktu deadline tugas? Butuh dana darurat. Kena tilang waktu naik motor ke kampus? Butuh dana darurat. Ada keluarga yang sakit dan kamu harus pulang mendadak? Butuh dana darurat.

Kalau kamu nggak punya dana darurat, satu masalah kecil aja bisa bikin kamu utang ke teman atau — lebih parah — pakai paylater yang bunganya mencekik.

Targetkan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulananmu. Buat mahasiswa perantau, itu sekitar satu setengah sampai dua juta. Nggak perlu langsung terkumpul, sisihkan aja seratus ribu tiap bulan. Dalam setahun, udah lumayan.

5. Belanja Online Tanpa Rem

Ini nih yang paling bahaya buat generasi kita. Belanja online sekarang gampang banget — tinggal scroll, klik, bayar pakai e-wallet, barang datang dua hari kemudian. Nggak ada rasa sakit kayak waktu ngeluarin uang tunai dari dompet.

Belum lagi diskon-diskon yang bikin kita merasa "hemat", padahal kita beli barang yang sebenernya nggak butuh. "Diskon sepuluh persen, sayang kalau nggak beli!" — padahal kalau nggak beli, kamu hemat seratus persen.

Solusinya: terapin aturan tunggu dua puluh empat jam. Kalau kamu pengen beli sesuatu, tunggu sehari dulu. Kalau besoknya masih pengen, baru beli. Sering kali, keinginan itu hilang setelah satu hari. Coba aja dulu, dijamin ampuh.

Mulai dari yang Kecil, Mulai dari Sekarang

Ngatur uang buat mahasiswa perantau itu bukan soal pelit-pelitan. Ini soal sadar ke mana uangmu pergi, dan memastikan uangmu dipakai buat hal-hal yang beneran penting.

Kamu nggak perlu langsung jadi ahli keuangan. Cukup mulai dari satu kebiasaan kecil: catat pengeluaranmu hari ini. Besok, coba pisahkan uangmu. Lusa, tahan diri buat nggak beli barang yang nggak perlu.

Inget, jadi mahasiswa perantau itu udah susah. Jangan ditambah susah karena masalah uang yang sebenernya bisa dihindari. Kamu punya kendali penuh atas dompetmu sendiri — asal kamu mau sedikit disiplin dan nggak gengsi buat hidup sesuai kemampuan.

Selamat mencoba, dan semoga bulan ini dompetmu lebih awet dari bulan lalu.

Tags: keuangan mahasiswa atur pengeluaran mahasiswa perantau hemat uang manajemen keuangan pribadi

Baca Juga: 48hsl.com